Sebuah modus penipuan oleh promotor musik yang beroperasi di Pontianak dan Manado terungkap, mengecoh korban dengan mengadakan konser fiktif dan menjual tiket palsu. Sejumlah korban melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwenang, sementara beberapa lainnya masih menunggu proses refund uang.
Seperti yang dialami oleh Nica, seorang warga Pontianak yang tertarik untuk menghadiri acara musik yang diadakan oleh @bergembirafest, sebuah akun Instagram baru yang menampilkan band nasional sebagai bintang tamu. Nica membeli tiket dengan harga Rp275.000 melalui link gform, sebuah bentuk formulir Google, setelah tiket early bird seharga Rp135.000 telah terjual habis. Nica kemudian menemukan bahwa konser itu adalah palsu dan tiket yang dia beli tidak berlaku.
Korban lainnya di Pontianak dan Manado melaporkan pengalaman serupa, dengan promotor musik palsu menjual tiket palsu dan menghilang setelah konser fiktif dibatalkan. Beberapa korban mengeluhkan bahwa mereka belum menerima pengembalian uang mereka dan promotor musik tersebut telah mengancam akan mengupload surat izin resmi dari kepolisian sebagai bentuk intimidasi.
Kasus ini menunjukkan adanya praktik penipuan oleh promotor musik yang merugikan konsumen dan mencoreng industri musik secara keseluruhan. Ada banyak promotor musik yang sah dan dapat dipercaya, tetapi konsumen harus selalu berhati-hati dan mengecek kredibilitas promotor musik sebelum membeli tiket. Jangan tergoda dengan harga tiket murah atau band tamu yang menarik jika promotor musik tersebut tidak memiliki rekam jejak yang terbukti.
Pihak berwenang perlu melakukan tindakan tegas terhadap promotor musik palsu seperti ini agar tidak merusak kepercayaan masyarakat terhadap industri musik yang sebenarnya memiliki potensi besar untuk berkembang di Indonesia. Konsumen harus lebih waspada dan tidak mudah terpengaruh oleh janji manis promotor musik yang tidak jelas rekam jejaknya.
Source : https://twitter.com/annisaafitriir/status/1626428666841559040




