Dalam penyelenggaraan event, Handy Talky (HT) dan sistem intercom adalah alat komunikasi vital untuk memastikan koordinasi tim berjalan lancar. Namun, banyak vendor menawarkan harga sewa murah dengan mengorbankan perawatan perangkat. Alat yang tidak terawat berpotensi menjadi “bom waktu” yang merusak kesuksesan acara. Apa saja bahayanya?
Ciri HT dan Intercom “Murah” dengan Perawatan Minim
Vendor yang menawarkan harga murah kerap mengabaikan perawatan alat. Berikut tanda perangkat HT dan intercom tidak terawat:
- Kondisi Fisik yang Memprihatinkan
- HT dengan casing retak, layar rusak, atau tombol yang sulit ditekan.
- Kabel intercom yang lapuk, terkelupas, atau port konektor kotor/berkarat.
- Baterai Tidak Teruji
Baterai HT sering kehabisan daya cepat karena sudah overused atau tidak pernah dirawat. Beberapa vendor bahkan menggunakan baterai murah yang mudah panas. - Sinyal Tidak Stabil
HT yang sinyalnya terputus-putus akibat komponen internal kotor atau antena rusak. - Tidak Ada Pengecekan Rutin
Vendor murah umumnya tidak melakukan pengecekan berkala, seperti membersihkan komponen atau mengganti kabel yang sudah rapuh.
Risiko Utama Menyewa HT dan Intercom Tidak Terawat
- Gangguan Mendadak Saat Acara Berjalan
HT dengan baterai drop atau intercom yang tiba-tiba mati karena kabel lapuk bisa menghentikan koordinasi tim. Misalnya:- Petugas keamanan gagal memberi tanda darurat.
- Crew panggung terlambat mendapat instruksi karena intercom error.
- Kerusakan Fisik yang Membahayakan Pengguna
Kabel intercom yang terbuka berisiko menyebabkan konsleting atau sengatan listrik. Begitu pula HT dengan casing pecah bisa melukai pengguna. - Biaya Perbaikan yang Dibebankan ke Penyewa
Vendor seringkali menyalahkan penyewa jika alat rusak, padahal penyebabnya adalah kurangnya perawatan. Anda bisa dipaksa membayar denda atau mengganti perangkat. - Acara Rusak karena Masalah Teknis
Bayangkan saat puncak acara, HT tidak bisa digunakan karena tombol push-to-talk macet. Situasi kritis seperti ini sulit diatasi tanpa cadangan alat yang memadai. - Reputasi EO Hancur di Mata Klien
Klien tidak peduli alasan teknis—mereka hanya melihat acara gagal karena alat komunikasi bermasalah. Kepercayaan hilang, peluang bisnis pun menjauh!
Studi Kasus: Konser Berantakan Akibat Perangkat Tidak Terawat
Sebuah EO di Surabaya pernah menyewa 25 unit HT dan intercom 15-channel dengan harga terjangkau untuk konser indie. Tanpa disadari, HT yang disewa ternyata tidak pernah dirawat: baterai bocor, kabel intercom lapuk, dan port konektor berkarat. Saat acara, 70% HT tidak berfungsi, sementara intercom mati total karena korsleting kabel. Dampaknya:
- Artis tidak muncul sesuai jadwal karena koordinasi kacau.
- Penonton terpaksa dievakuasi saat kabel intercom terbakar.
- EO tersebut dilarang mengadakan event di venue itu lagi.
Tips Mendeteksi HT dan Intercom Tidak Terawat Sebelum Menyewa
- Lakukan Inspeksi Fisik
- Cek casing HT: apakah ada retak atau tanda kebocoran baterai?
- Periksa kabel intercom: apakah isolasi masih utuh atau terkelupas?
- Tes Baterai dan Sinyal
- Pastikan baterai HT tahan setidaknya 10 jam. Charger hingga penuh dan uji daya tahan.
- Coba komunikasi antar-HT di lokasi acara secara langsung—jangan hanya mengandalkan janji vendor.
- Tanya Riwayat Perawatan
Tanyakan kapan terakhir kali perangkat dibersihkan, baterai diganti, atau komponen internal diinspeksi. Vendor profesional akan punya catatan perawatan. - Hindari Vendor yang Tidak Mau Diuji
Jika vendor menolak inspeksi fisik atau uji coba, ini tanda mereka menyembunyikan kondisi alat yang buruk. - Pilih Vendor dengan Garansi Kerusakan
Pastikan vendor bersedia mengganti alat secara instan jika terbukti rusak akibat minim perawatan.
Jangan Tergiur Harga Murah!
Menyewa HT dan intercom murah dengan perawatan buruk ibarat menggunakan bom waktu. Masalah teknis bisa terjadi kapan saja, dan biaya yang muncul justru lebih mahal daripada harga sewa alat berkualitas. Prioritaskan vendor yang transparan tentang kondisi alat dan rutin merawat perangkatnya.
